Selasa, 27 September 2011

Tune-up Mesin Efi / Perawatan Mobil Efi



Pada dasarnya,   sistem EFI  dibuat   tangguh untuk segala kondisi   jalan,  suhu dan
cara mengemudi.  Kerusakan atau masalah pada sistem EFI  terutama disebabkan
oleh:
  • Kualitas BBM yang buruk (nilai oktan yang rendah,  bensin oplosan, kandungan sulfur  yang amat   tinggi  pada semua  jenis BBM di   Indonesia dan ketiadaan aditif pada BBM Pertamina)
  • Kelembapan udara  tropis yang sangat   tinggi  sehingga kandungan sulfur  pada BBM bereaksi dengan uap air menjadi asam sulfat di sistem bahan bakar kendaraan dan menimbulkan sumbatan-sumbatan pada injektor dan saluran bahan bakar
  • Modifikasi sistem kelistrikan kendaraan yang tidak benar, termasuk penggantian kabel busi   non-OEM  (Original   Equipment  Manufacturer) maupun pemasangan alarm
  • Upaya membersihkan injector dengan sistem Ultrasound
  • ECU (electronic Control Unit) yang kemasukan air
  • Melepas aki  dengan cara yang tidak benar,  melakukan jump start  dengan cara
  • yang  tidak  benar  serta melepas ECU dengan sembarangan  (lihat   tips mengenai
  • cara-cara yang benar untuk melakukan hal ini).
Oleh karenanya, lakukankah Tips berikut ini:
  • Ketika menghidupkan mesin perhatikan bilamana indikator tulisan/gambar "Check Engine"   pada  panel   instrumen   (tergantung  merek  mobil)   tetap  menyala  setelah mesin hidup selama beberapa detik, segeralah hubungi mekanik anda
  • Ketika   sedang   berkendara   dan   bilamana   indikator   Check   Engine  menyala, segeralah hubungi mekanik anda
  • Bersihkan dan gantilah saringan udara secara berkala atau tepat pada waktunya
  • Gantilah saringan bensin (fuel filter) secara berkala, sebaiknya setiap 15.000km atau  lebih sering mengingat  kondisi  BBM di   Indonesia yang memiliki  kandungan sulfur teramat tinggi
  • Bersihkanlah throttle body dan idle regulator/ stepper motor secara berkala
  • Bersihkanlah connector sensor-sensor, connector pengapian dan connector ECU secara berkala
  • Ganti  busi  secara berkala dan periksa keregangan celah busi  setiap 5.000km atau lebih sering. Gunakan busi tipe R, yaitu yang menggunakan resistor
  • Hindari ECU (Electronic Control Unit) dari air
  • Usahakan   aki   dan   sistem   pengisian   kelistrikan   (altenator   dan   voltage regulatornya) selalu dalam kondisi prima
  • Jangan sekalipun berpikir untuk memodifikasi  voltage regulator dengan sistem cut-out, Anda akan merusak ECU maupun modul pengapian (igniter/ CDI)
  • Jangan   berusaha  menghidupkan  mesin   ketika   soket   injektor   dalam  posisi terlepas
  • Jangan sekalipun berusaha menghubungkan injektor dengan arus aki langsung (12 volts) karena injektor beroperasi dengan tegangan 9 volts
  • Bersihkanlah  injektor  dan sistem bahan bakar  secara berkala dengan sistem pembersih yang aman, misalnya Interject Service
  • Jangan sekalipun menggunakan sistem pembersih injektor Ultrasound
  •  
  • Jika handak memasang alarm,  yakinkan alarm  itu dibuat  oleh pabrikan besar dan  memiliki   reputasi   internasional,  misalkan  merek   Clifford,   Alpine,   Kenwood,Avital, dll.Lakukan pemasangan alarm hanya di  authorized dealer.Alarm buatan pabrikan yang  tidak memiliki reputasi internasional  dapat  menimbulkan RFI/  MRI yang akan mengganggu fungsi ECU
  • Jika hendak mengganti kabel busi dgn tipe high performance/ racing, yakinkan bahwa   kabel   terbuat   dari   bahan   yang   tidak  menimbulkan  RFI/MRI   yang   dapat mengganggu fungsi ECU.
  •  
  • SUMBER TULISAN: http://bengkelraswo.blogspot.com/2011/05/tune-up-mesin-efi-perawatan-mobil-efi.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar