Kamis, 12 Agustus 2010

Ringkasan materi Kelas XI MUATAN LOKAL

Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut.Resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (Omega).Resistor adalah komponen dasar elektronika yang digunakan untuk membatasi jumlah arus yang mengalir dalam suatu rangkaian. Kemampuan resistor dalam menghambat arus listrik sangat beragam disesuaikan dengan nilai resistansi resistor tersebut.Resistor bersifat resistif dan umumnya terbuat dari bahan karbon. Satuan resistansi dari suatu resistor disebut Ohm atau dilambangkan dengan simbol Ω (Omega). Didalam rangkaian elektronika resistor dilambangkan dengan angka " R "Ada beberapa jenis resistor yang ada dipasaran antara lain : Resistor Carbon, Wirewound, dan Metal Film. Ada juga Resistor yang dapat diubah-ubah nilai resistansinya antara lain : Potensiometer dan Trimpot. Selain itu ada juga Resistor yang nilai resistansinya berubah bila terkena cahaya namanya LDR ( Light Dependent Resistor ) dan Resistor yang yang nilai resistansinya berubah tergantung dari suhu disekitarnya namanya NTC ( Negative Thermal Resistance . Untuk resistor jenis carbon maupun metalfilm biasanya digunakan kode-kode warna sebagai petunjuk besarnya nilai resistansi ( tahanan ) dari resistor. Kode-kode warna itu melambangkan angka ke-1, angka ke-2, angka perkalian dengan 10 ( multiflier ), nilai toleransi kesalahan, dan nilai qualitas dari resistor. Kode warna itu antara lain Hitam, Coklat, Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru, Ungu, Abu-abu, Putih, Emas dan Perak. Warna hitam untuk angka 0, coklat untuk angka 1, merah untuk angka 2, orange untuk angka 3, kuning untuk angka 4, hijau untuk angka 5, biru untuk angka 6, ungu untuk angka 7, abu-abu untuk angka 8, dan putih untuk angka 9. Sedangkan warna emas dan perak biasanya untuk menunjukan nilai toleransi yaitu emas nilai toleransinya 10 %, sedangkan perak nilai toleransinya 5 %.
Resistors are the basic components of electronics that is used to limit the amount of current flowing in a circuit. Ability to inhibit the flow of electrical resistors varies with the value of resistor adjusted tersebut.Resistor resistive and generally made of carbon materials. Unit resistance of a resistor is called Ohm or denoted by the symbol Ω (Omega). Resistors are the basic components of electronics that is used to limit the amount of current flowing in a circuit. Ability to inhibit the flow of electrical resistors varies with the value of resistor adjusted tersebut.Resistor resistive and generally made of carbon materials. Unit resistance of a resistor is called Ohm or denoted by the symbol Ω (Omega). In an electronic circuit resistors are denoted with "R" There are several types of resistors available in the market include: Carbon Resistors, Wirewound, and Metal Films. There is also a resistor that can be altered resistance value, among others: Potentiometer and Trimpot. In addition there is also a resistor that changes resistance value when exposed to light his name LDR (Light Dependent Resistor) and the value of resistor that changes resistance depending on the temperature surrounding the name of NTC (Negative Thermal Resistance. For the resistor type and metalfilm carbon is usually used as the color codes clues to the value of resistance (resistance) of the resistor.'s color codes represent the first digit, 2nd digit, digit multiplication by 10 (multiplier), the value of error tolerance, qualities and values of the resistor.'s color code, among others, Black , Brown, Red, Orange, Yellow, Green, Blue, Purple, Grey, White, Gold and Silver. The black color for the numbers 0, cocoa for number one, red for numbers 2, orange for the number three, yellow for number four , green for the number 5, blue for numbers 6, 7 numbers of purple, gray for the number eight, and white for the number 9. While gold and silver colors are usually in order to show the value of tolerance is the tolerance value of 10% gold, silver while the tolerance value5%.



ara cepat Menghafal kode warna adalah :
Hitam, Coklat, Merah, Orange, Kuning, Hijau, Biru, Violet, Abu-abu, Perak, Putih = Hi-Co-M-O-K-Hi-Bi-Vi-A-Pe-P

Komposisi karbon

Resistor komposisi karbon terdiri dari sebuah unsur resistif berbentuk tabung dengan kawat atau tutup logam pada kedua ujungnya. Badan resistor dilindungi dengan cat atau plastik. Resistor komposisi karbon lawas mempunyai badan yang tidak terisolasi, kawat penghubung dililitkan disekitar ujung unsur resistif dan kemudian disolder. Resistor yang sudah jadi dicat dengan kode warna dari harganya.
Unsur resistif dibuat dari campuran serbuk karbon dan bahan isolator (biasanya keramik). Resindigunakan untuk melekatkan campuran. Resistansinya ditentukan oleh perbandingan dari serbuk karbon dengan bahan isolator. Resistor komposisi karbon sering digunakan sebelum tahun 1970-an, tetapi sekarang tidak terlalu populer karena resistor jenis lain mempunyai karakteristik yang lebih baik, seperti toleransi, kemandirian terhadap tegangan (resistor komposisi karbon berubah resistansinya jika dikenai tegangan lebih), dan kemandirian terhadap tekanan/regangan. Selain itu, jika resistor menjadi lembab, bahang dari solder dapat mengakibatkan perubahan resistansi yang tak dapat dikembalikan.
Walaupun begitu, resistor ini sangat reliabel jika tidak pernah diberikan tegangan lebih ataupun panas lebih.
Resistor ini masih diproduksi, tetapi relatif cukup mahal. Resistansinya berkisar antara beberapa miliohm hingga 22 MOhm.
Carbon CompositionCarbon composition resistors consist of a tubular resistive element with a wire or metal cap at both ends. Resistor body is protected with paint or plastic. Old carbon composition resistors have not isolated entities, connecting wire wrapped around the end of the resistive element and then soldered. Resistors which have become painted with the color code of the price.The resistive element is made from a mixture of carbon powder and an insulating material (usually ceramic). Resindigunakan for embedding the mix. Resistance is determined by the ratio of carbon powder with an insulating material. Carbon composition resistors are often used before the 1970s, but now not so popular because they resistors of other types have better characteristics, such as tolerance, independence of the stress (carbon composition resistors change resistance when subjected to more stress), and the independence of the pressure / strain In addition, if the resistor becomes damp, heat from the solder can lead to changes in resistance that can not be refunded.However, this resistor is very reliable when the voltage is never given more heat or more.This resistor is still produced, but relatively quite expensive. Resistance ranging from a few m-ohms to 22 MOhm.

Film karbon

Selapis film karbon diendapkan pada selapis substrat isolator, dan potongan memilin dibuat untuk membentuk jalur resistif panjang dan sempit. Dengan mengubah lebar potongan jalur, ditambah dengan resistivitas karbon (antara 9 hingga 40 µΩ-cm) dapat memberikan resistansi yang lebar[1]. Resistor film karbon memberikan rating daya antara 1/6 W hingga 5 W pada 70 °C. Resistansi tersedia antara 1 ohm hingga 10 MOhm. Resistor film karbon dapat bekerja pada suhu diantara -55 °C hingga 155 °C. Ini mempunyai tegangan kerja maksimum 200 hingga 600 volt[2].
Carbon filmLayer of carbon film deposited on a layer of insulating substrate, and cuts made to form a spiral resistive path long and narrow. By changing the width of cut lines, coupled with the resistivity of carbon (between 9 to 40 μΩ-cm) can provide a wide resistance [1]. Carbon film resistor power rating between 1 / 6 W to 5 W at 70 ° C. Resistance is available between 1 ohm to 10 MOhm.Carbon film resistor can work at temperatures between -55 ° C to 155 ° C. It has a maximum working voltage of 200 to 600 volts

[sunting]Film logam

Unsur resistif utama dari resistor foil adalah sebuah foil logam paduan khusus setebal beberapa mikrometer.
Resistor foil merupakan resistor dengan presisi dan stabilitas terbaik. Salah satu parameter penting yang mempengaruhi stabilitas adalah koefisien temperatur dari resistansi (TCR). TCR dari resistor foil sangat rendah. Resistor foil ultra presisi mempunyai TCR sebesar 0.14ppm/°C, toleransi ±0.005%, stabilitas jangka panjang 25ppm/tahun, 50ppm/3 tahun, stabilitas beban 0.03%/2000 jam, EMF kalor 0.1μvolt/°C, desah -42dB, koefisien tegangan 0.1ppm/V, induktansi 0.08μH, kapasitansi 0.5pF
Metal filmThe main resistive element of foil resistors is a special alloy foil as thick as several micrometers.Foil resistors are resistors with precision and the best stability. One of the important parameters influencing stability is the temperature coefficient of resistance (TCR). TCR of foil resistors is very low. Ultra-precision foil resistors have a TCR of 0.14ppm / ° C, tolerance ± 0005%, long-term stability 25ppm/tahun, 50ppm / 3 years, load stability 0.03% / 2000 hours, the heat 0.1μvolt EMF / ° C, noise-42dB, voltage coefficient of 0.1ppm / V, 0.08μH inductance, capacitance-volt 0.5pF0

Penandaan resistor

Resistor aksial biasanya menggunakan pola pita warna untuk menunjukkan resistansi. Resistor pasang-permukaan ditandas secara numerik jika cukup besar untuk dapat ditandai, biasanya resistor ukuran kecil yang sekarang digunakan terlalu kecil untuk dapat ditandai. Kemasan biasanya cokelat muda, cokelat, biru, atau hijau, walaupun begitu warna lain juga mungkin, seperti merah tua atau abu-abu.
Resistor awal abad ke-20 biasanya tidak diisolasi, dan dicelupkan ke cat untuk menutupi seluruh badan untuk pengkodean warna. Warna kedua diberikan pada salah satu ujung, dan sebuah titik (atau pita) warna di tengah memberikan digit ketiga. Aturannya adalah "badan, ujung, titik" memberikan urutan dua digit resistansi dan pengali desimal. Toleransi dasarnya adalah ±20%. Resistor dengan toleransi yang lebih rapat menggunakan warna perak (±10%) atau emas (±5%) pada ujung lainnya.
Axial resistors typically uses colors to show the banding pattern of resistance. Resistor pairs-surface ditandas numerically if large enough to be marked, usually small size resistors currently used is too small to be marked. Packaging is usually light brown, brown, blue, or green, although other colors are also possible, such as dark red or gray. Resistors early 20th century are usually not isolated, and dipped in paint to cover the entire body for color coding. Given a second color on one end, and a point (or ribbon) of color in the middle to give the third digit. The rule is "the body, tip, point" gives the order of two decimal digits of the resistance and the multiplier. Basically tolerance is ± 20%. Resistors with tighter tolerances using silver color (± 10%) or gold (± 5%) at the end of lainnya.ngan 0.1ppm / V, 0.08μH inductance, capacitance-volt 0.5pF0

Identifikasi empat pita

Identifikasi empat pita adalah skema kode warna yang paling sering digunakan. Ini terdiri dari empat pita warna yang dicetak mengelilingi badan resistor. Dua pita pertama merupakan informasi dua digit harga resistansi, pita ketiga merupakan pengali (jumlah nol yang ditambahkan setelah dua digit resistansi) dan pita keempat merupakan toleransi harga resistansi. Kadang-kadang pita kelima menunjukkan koefisien suhu, tetapi ini harus dibedakan dengan sistem lima warna sejati yang menggunakan tiga digit resistansi.
Sebagai contoh, hijau-biru-kuning-merah adalah 56 x 104Ω = 560 kΩ ± 2%. Deskripsi yang lebih mudah adalah: pita pertama, hijau, mempunyai harga 5 dan pita kedua, biru, mempunyai harga 6, dan keduanya dihitung sebagai 56. Pita ketiga,kuning, mempunyai harga 104, yang menambahkan empat nol di belakang 56, sedangkan pita keempat, merah, merupakan kode untuk toleransi ± 2%, memberikan nilai 560.000Ω pada keakuratan ± 2%.
Identification of four ribbons are color coded scheme the most frequently used. It consists of four color printing ribbon around the resistor body. The first two bands are two-digit information on resistance rates, the third band is the multiplier (number of zeros are added after the two digits of the resistance) and the fourth is the tolerance of the price band of resistance. Sometimes the fifth band indicates the temperature coefficient, but this must be distinguished from the five-color system using three digits of the true resistance.For example, green-blue-yellow-red was 56 x 104Ω = 560 kΩ ± 2%. Description of the easier are: first ribbon, green, has a price of 5 and a second ribbon, blue, has a price of 6, and both are counted as 56. The third tape, yellow, has a price of 104, which adds four zeros in the back 56, while the fourth ribbon, red, is the code for the tolerance of ± 2%, giving 560.000Ω value on the accuracy of ± 2%. I 0.5pF0 vol

Identifikasi lima pita

Identifikasi lima pita digunakan pada resistor presisi (toleransi 1%, 0.5%, 0.25%, 0.1%), untuk memberikan harga resistansi ketiga. Tiga pita pertama menunjukkan harga resistansi, pita keempat adalah pengali, dan yang kelima adalah toleransi. Resistor lima pita dengan pita keempat berwarna emas atau perak kadang-kadang diabaikan, biasanya pada resistor lawas atau penggunaan khusus. Pita keempat adalah toleransi dan yang kelima adalah koefisien suhu.
Identification of the five bands are used in precision resistors (tolerance 1%, 0.5%, 0.25%, 0.1%), to provide a third resistance value. The first three bands indicate the price of resistance, the fourth band is the multiplier, and the fifth is the tolerance. Resistors five colored ribbons with four bands of gold or silver is sometimes overlooked, usually at the old resistors or special usage. Ribbon is the fourth and the fifth is the tolerance of the temperature coefficient.

Ringakasan Materi Kelas XII

Transmisi otomatis adalah transmisi  yang  perpindahan  giginya terjadi  secara otomatis berdasarkan beban mesin (besarnya penekanan pedal gas) dan kecepatan kendaraan. Transmisi otomatis dapat dibedakan dalam sistem perpindahan gigi dan waktu lock up yaitu :
·         Full hydraulic
Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur sepenuhnya secara hidraulis.
·         Electronic Control Transmission (ECT)
Waktu perpindahan gigi dan waktu lock up diatur secara elektronik. Tipe ini menggunakan data (shift and lock pattern) yang tersimpan dalam ECU sebagai kontrolnya, juga terdapat fungsi diagnosa dan fail-safe. 

KEUNTUNGAN TRANSMISI OTOMATIS (FULL HYDRAULIC)
Dibandingkan dengan transmisi manual, transmisi otomatis mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:
·         Mengurangi kelelahan pengemudi karena tidak ada pengoperasian pedal kopling dan pemindahan gigi.
·         Perpindahan gigi terjadi secara otomatis dan lembut.
·         Mengurangi beban mesin karena mesin dan pemindah daya dihubungkan melalui fluida secara hidraulis (torque converter)

KEUNTUNGAN ECT
Dibandingkan dengan transmisi otomatis full hydraulic, ECT mempunyai beberapa keuntungan sebagai berikut:
·         Pengemudi dapat memilih mode penggendaraan.
·         Mengurangi getaran perpindahan gigi
·         Pemakaian bahan bakar lebih irit
·         Mempunyai fungsi diagnosa dan memori
·         Mempunyai fungsi fail safe

JENIS-JENIS TRANSMISI OTOMATIS
Transmisi otomatis dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu:
·         Automatic transaxle, digunakan untuk kendaraan FF (Front-engine, Front-wheel-drive).
·         Automatic transmission, digunakan untuk kendaraan FR (Front-engine, Rear-wheel-drive)

KOMPONEN-KOMPONEN UTAMA
Transmisi otomatis terdiri dari beberapa komponen utama sebagai berikut:
·         Torque converter
·         Planetary gear unit
·         Hydraulic control unit
·         Manual linkage
·         Automatic transmission fluid




TORQUE CONVERTER
Torque converter dipasang pada sisi input shaft transmisi dan diikat dengan baut terhadap bagian belakang poros engkol mesin melalui drive plate.
Fungsi torque converter adalah:
·         Memperbesar momen
·         Sebagai kopling otomatis
·         Meredam getaran perpindahan daya
·         Sebagai flywheel
·         Mengerakkan pompa oli

Prinsip Kerja :


1. Kendaraan berhenti , mesin idling
Pada saat mesin idle moment yang dihasilkan oleh mesin adalah minimum . Bila rem dioperasikan ( parking / foot brake ) beban pada turbine runner menjadi besar karena tidak dapat berputar . Akibat kendaraan berhenti, maka perbandingan kecepatan antara pompa impeller dan turbine runner nol sedangkan torque rationya maksimum . Oleh karena itu, turbine runner akan selalu siap untuk berputar dengan moment yang dihasilkan oleh mesin

2. Kendaraan mulai bergerak
Pada saat rem dibebaskan, maka turbine runner dapat berputar dengan poros input transmisi. Dengan menekan pedal Akselerator, maka turbine runner akan berputar dengan moment yang lebih besar dari yang dihasilkan oleh mesin, jadi kendaraan mulai bergerak.

3. Kendaraan berjalan dengan kecepatan rendah.
Bila kecepatan kendaraan bertambah, putaran turbine runner dengan cepat mendekati pompa impeller. Torque rationya dengan cepat mendekati 1,0. Pada saat perbandingan putaran turbine runner dan pompa impeller mendekati angka tertentu ( Clutch Point ) , stator mulai berputar . Dengan kata lain Torque Converter mulai bekerja sebagai kopling fluida. Oleh karena itu kecepatan kendaraan naik hampir berbanding lurus dengan putaran mesin



Automatic transmission is the transmission of the movement of teeth occur automatically based on engine load (amount of emphasis on the accelerator) and vehicle speed. Automatic transmission can be distinguished in the gearshift system and lock up time is: 
Full hydraulic · 
Time and time gearshift lock up entirely governed by hydraulics. 
· Electronic Control Transmission (ECT) 
Time and time gearshift lock up, electronically regulated. This type of data (shift and lock pattern) stored in the ECU as the control group, there are also diagnostic functions and fail-safe.

ADVANTAGES OF AUTOMATIC TRANSMISSION (FULL Hydraulic) 
Compared with manual transmission, automatic transmission has several advantages as follows: 
· Reduce driver fatigue because there is no clutch pedal operation and removal of teeth. 
· Tooth movement occurs automatically and gently. 
· Reduce engine load and engine power handling due to be connected through a hydraulic fluid (torque converter) 

ECT PROFITS 
Compared with full-hydraulic automatic transmission, ECT has several advantages as follows: 
The driver can select the mode · penggendaraan. 
· Reduce vibration gearshift 
· More efficient use of fuel 
Having · diagnostic and memory functions 
· Having a fail safe function 

KINDS OF AUTOMATIC TRANSMISSION 
Automatic transmission can be divided into two types, namely: 
· Automatic transaxle, used for vehicle FF (Front-engine, Front-wheel-drive). 
· Automatic transmission, a vehicle used for FR (Front-engine, Rear-wheel-drive) 

MAIN COMPONENTS 
Automatic transmission consists of several main components as follows: 
· Torque converter 
· Planetary gear units 
· Hydraulic control unit 
· Manual linkage 
· Automatic transmission fluid 

Torque CONVERTER 
Torque converter mounted on the side of the transmission input shaft and fastened with bolts to the rear of the engine crankshaft via the drive plate. 
Torque converter function is: 
· Enlarge moment 
° as an automatic clutch 
· Reduce the power of vibration displacement 
° as flywheel 
· Mengerakkan oil pump 

Working Principle: 

1. Vehicle stopped, the engine idling 
At idle moments generated by the engine is at a minimum. When the brake is operated (parking / brake foot) load on the turbine runner to be big because it can not rotate. Due to parked vehicles, then the speed ratio between the pump impeller and the turbine runner ratio is zero while the maximum torque. Therefore, the turbine runner will always be ready to rotate with the moment generated by the engine 

2. Vehicle starts to move 
At the time of brake release, the turbine runner to rotate with the transmission input shaft. By pressing the accelerator pedal, the turbine runner rotates with a greater moment than that generated by the engine, so the vehicle begins to move. 

3. Vehicles running with low speed. 
When a vehicle speeds increase, turbine runner rotation rapidly approaching the pump impeller.Torque ratio is rapidly approaching 1.0. At the time of the comparison round of turbine runner and pump impeller approaching a certain number (Clutch Point), started spinning stator. In other words Torque Converter start work as a coupling fluid. Therefore, the speed of vehicles increased almost directly proportional to engine rpm


SUMBER: Buku Basic Automotifve Astra International Training Center


Selengkapnya Klik Tautan ini