Selasa, 27 September 2011

PETUNJUK PEMAKAIAN ULTRASCAN UNTUK TUNE UP MOBIL EFI

1.Perhatikan dan amati berbagai macam socket, yang ada di unit alat tsb. Hal ini untuk memudahkan saat kita akan melakukan test untuk mobil tertentu, socket mana yang harus kita siapkan. Socket ultrascan sudah diberikan nama dan jenis kendaraan. Khusus Socket OBD II, tidak diberikan nama kendaaraan, sebab socket ini digunakan secara bersama-sama pada masing-masing mobil yang telah memakai/menganut socket OBD II, misal Suzuki, Daihatsu. Sedangkan untuk merk lain, jika tahunnya mendekati tahun 2000 sampai sekarang, umumnya juga sudah memakai socket OBD II.

2. Carilah letak socket diagnostic dikendaraan.
Socket diagnostic yang dimaksudkan adalah socket yang disediakan oleh kendaraan tersebut untuk mengakses data dari electronic control unit electronic fuel injection. Letak socket tersebut bervariasi ada yang di engine bay ( dibawah kap mesin ) atau dibawah dashboard kendaraan. Untuk memastikan dimana letak socket dari masing-masing kendaraan ikuti petunjuk sbb :
a. Hidupkan ultrascan dengan power 12 V DC dari accu or cigar lighter.
b. Tekan angka 1 ( Scan ), sehingga muncul Enhaced scan dan Generic OBD
c. Tekan angka 1 (enhaced scan ) sehingga muncul negara pembuat kendaraan.
d. Pilih negara asal kendaraan. dengan anak panah hijau terus tekan ENTER.
e. Pilih merk kendaaraan yang akan ditest dan tekan ENTER
f. Pilih menu “CONNECTOR LOCATION” dan tekan ENTER.
g. Perhatikan berbagai gambar letak socket diagnostic kendaraan tsb, dan cari secara phisik di kendaraan yang bersangkutan.

NOTE : Saat pencarian letak socket diagnostic, pastikan dulu socket pasangan yang mungkin akan digunakan, untuk kendaraan tsb. Hal ini untuk memastikan bentuk socket diagnostic.

3. Sambungkan unit Ultrascan ke kendaraan lewat DLC cable dan connector yang sesuai. Pastikan bahwa kunci kontak mobil OFF.


4. Putar kunci kontak ON, tekan dan tahan beberapa saat tombol power Ultrascan, sehingga display ultrascan menyala. Jika pada langkah ini display ultrascan belum menyala, bisa tambahkan power cable 12 V DC ke unit ultrascan, lewat accu atau cigar lighter ( misal untuk Hyundai Elantra, Lancer, sebagian Nisssan lama ).


5. Dari display ultrascan akan muncul menu kotak-kotak, yang terdiri dari :

1 ( scan )
2 (gas combo)
3( multimeter)
4(scope)
5(ignition)
6(config)
Adapun maksud dari menu tsb adalah sbb:
1. Scan, adalah fasilitas menu software untuk men-scan kendaraan, mengamati
kerja software dari sensor dan ke actuator.
2. Gas combo, adalah fasilitas menu untuk menghubungkan gas analyzer
Hanatech IM 2400 dengan ultrascan.
Note : gas analyzer adalah option dan dibeli secara terpisah.

3. Multimeter, adalah menu software untuk menghidupkan fungsi multimeter

mengukur voltase, frequency, duty cilcle dsb secara digital.
4. Scope, merupakan menu Osciloscope berbagai macam sensor atau actuator.
5. Ignition, merupakan fasilitas menu untuk memeriksa oscilloscope pengapian .
6. Config, merupakan menu untuk pengecekan software dan up grade.
Note : Jika kita ingin menjalankan menu-menu tsb diatas, maka tekanlah angka yang sesuai 1, 2, 3 dst.

Langkah men-scan kendaaraan

a. Dari item 5 diatas, jika kita ingin men-SCAN kendaraan maka kita tekan angka 1. Selanjutnya akan keluar sub-menu 1.“enhaced scan” dan 2.Generic OBD .
Kita dapat juga menggunakan tombol ENTER untuk melanjutkan/melakukan perintah menu, dengan terlebih dulu menggunakan “anak panah hijau naik turun” untuk memilih menu yang kita inginkan.

b. Selanjutnya akan keluar sub-menu Negara pembuat kendaraan yang bersangkutan (Korea, Japanese, American, Latin American, Australian, Malaysian dan European ). Pilih salah satu Negara pembuat kendaraan dengan anak panah hijau naik/turun dan selanjutnya tekan ENTER.


c.Setelah itu pilihlah brand kendaraan yang akan di test, misal Toyota, Honda, Nissan dsb.


e. Pilih type kendaraan yang bersangkutan ( Kijang, vios dsb ). Khusus untuk brand Honda, Nissan, Mitsubhisi tidak muncul type kendaaraan, tetapi type socket yang dipakai pada kendaraan tsb. Oleh karenanya pilihlah socket yang cocok untuk kendaaraan tersebut.


f. Selanjutnya akan keluar type engine atau type ECU system yang akan ditest.

ECU adalah electronic control unit, bisa engine, transmission, ABS, dst.

g.Dari urutan pengetesan ini akan keluar sub menu, DTC, Current data, Actuation test,

CO adjustment dsb.

DTC: Diagnostic Trouble Code, menu yang mengakses pembacaan kesalahan sensor.

Current data : menu untuk mengakses engine parameter data, rpm, ignition advance
Actuation test: pengetesan /actuator dengan kondisi tertentu( engine running/stop).
Co adjustment: untuk melakukan pengaturan co, dgn scanntool ( beberapa type mobil pengaturan COnya memakai scantool, misalnya Hyundai, BMW, OPEL dsb).

Tune-up Mesin Efi / Perawatan Mobil Efi



Pada dasarnya,   sistem EFI  dibuat   tangguh untuk segala kondisi   jalan,  suhu dan
cara mengemudi.  Kerusakan atau masalah pada sistem EFI  terutama disebabkan
oleh:
  • Kualitas BBM yang buruk (nilai oktan yang rendah,  bensin oplosan, kandungan sulfur  yang amat   tinggi  pada semua  jenis BBM di   Indonesia dan ketiadaan aditif pada BBM Pertamina)
  • Kelembapan udara  tropis yang sangat   tinggi  sehingga kandungan sulfur  pada BBM bereaksi dengan uap air menjadi asam sulfat di sistem bahan bakar kendaraan dan menimbulkan sumbatan-sumbatan pada injektor dan saluran bahan bakar
  • Modifikasi sistem kelistrikan kendaraan yang tidak benar, termasuk penggantian kabel busi   non-OEM  (Original   Equipment  Manufacturer) maupun pemasangan alarm
  • Upaya membersihkan injector dengan sistem Ultrasound
  • ECU (electronic Control Unit) yang kemasukan air
  • Melepas aki  dengan cara yang tidak benar,  melakukan jump start  dengan cara
  • yang  tidak  benar  serta melepas ECU dengan sembarangan  (lihat   tips mengenai
  • cara-cara yang benar untuk melakukan hal ini).
Oleh karenanya, lakukankah Tips berikut ini:
  • Ketika menghidupkan mesin perhatikan bilamana indikator tulisan/gambar "Check Engine"   pada  panel   instrumen   (tergantung  merek  mobil)   tetap  menyala  setelah mesin hidup selama beberapa detik, segeralah hubungi mekanik anda
  • Ketika   sedang   berkendara   dan   bilamana   indikator   Check   Engine  menyala, segeralah hubungi mekanik anda
  • Bersihkan dan gantilah saringan udara secara berkala atau tepat pada waktunya
  • Gantilah saringan bensin (fuel filter) secara berkala, sebaiknya setiap 15.000km atau  lebih sering mengingat  kondisi  BBM di   Indonesia yang memiliki  kandungan sulfur teramat tinggi
  • Bersihkanlah throttle body dan idle regulator/ stepper motor secara berkala
  • Bersihkanlah connector sensor-sensor, connector pengapian dan connector ECU secara berkala
  • Ganti  busi  secara berkala dan periksa keregangan celah busi  setiap 5.000km atau lebih sering. Gunakan busi tipe R, yaitu yang menggunakan resistor
  • Hindari ECU (Electronic Control Unit) dari air
  • Usahakan   aki   dan   sistem   pengisian   kelistrikan   (altenator   dan   voltage regulatornya) selalu dalam kondisi prima
  • Jangan sekalipun berpikir untuk memodifikasi  voltage regulator dengan sistem cut-out, Anda akan merusak ECU maupun modul pengapian (igniter/ CDI)
  • Jangan   berusaha  menghidupkan  mesin   ketika   soket   injektor   dalam  posisi terlepas
  • Jangan sekalipun berusaha menghubungkan injektor dengan arus aki langsung (12 volts) karena injektor beroperasi dengan tegangan 9 volts
  • Bersihkanlah  injektor  dan sistem bahan bakar  secara berkala dengan sistem pembersih yang aman, misalnya Interject Service
  • Jangan sekalipun menggunakan sistem pembersih injektor Ultrasound
  •  
  • Jika handak memasang alarm,  yakinkan alarm  itu dibuat  oleh pabrikan besar dan  memiliki   reputasi   internasional,  misalkan  merek   Clifford,   Alpine,   Kenwood,Avital, dll.Lakukan pemasangan alarm hanya di  authorized dealer.Alarm buatan pabrikan yang  tidak memiliki reputasi internasional  dapat  menimbulkan RFI/  MRI yang akan mengganggu fungsi ECU
  • Jika hendak mengganti kabel busi dgn tipe high performance/ racing, yakinkan bahwa   kabel   terbuat   dari   bahan   yang   tidak  menimbulkan  RFI/MRI   yang   dapat mengganggu fungsi ECU.
  •  
  • SUMBER TULISAN: http://bengkelraswo.blogspot.com/2011/05/tune-up-mesin-efi-perawatan-mobil-efi.html

Perlunya Service Berkala

Service mesin setiap 20.000 km lazim dilakukan untuk perawatan agar kondisi mobil tetap prima.

Service mesin setiap 20.000 km lazim dilakukan untuk perawatan agar kondisi mobil tetap prima. Jika mesin mobil lama tidak diservice, saat dikendarai mesin terasa kurang enak, tidak bertenaga saat mendahului kendaraan lain. Biasanya service berkala sering disebut sebagai engine adjusment meliputi pekerjaan membersihkan, menyetel ulang bagian-bagian tertentu seperti :
  1. Saringan bensin.
    Komponen ini perlu dibersihkan dari kotoran agar mesin tidak tersendat-sendat. Lepaskan saringan bensin lalu tiup dan ketukkan berulang kali sampai bersih.Gunakan kompresor dan arah tiupan kebalikan dari arah aliran bensin.
  2. Saringan udara.
    Saringan udara yang kotor akan mempengaruhi besarnya udara yang diperlukan untuk pembakaran bensin. Bersihkan saringan udara dari debu dengan udara bertekanan. arahkan udara berlawanan dengan arah udara masuk, dan lakukan penyetelan ulang sekrup pengatur campuran udara yang terletak di karburator.
  3. Tutup distributor
    Bersihkan bagian tutup distributor pada titik pembagi ke busi-busi yang mengalami pengapuran. Jika retak gantilah tutup distributor dengan yang baru.
  4. Busi
    Periksa kondisi busi apakah masih baik atau sudah rusak. Setel juga celah busi (jika masih bagus kondisi fisisk) menggunakan Feeler gauge atau tools khusus penyetel celah busi. Celah standar anatara 0,8 - 1,00 mm. Busi yang rusak akan membuat mesin tidak bekerja tidak normal dan pincang.
  5. Platina (kontak pemutus arus).
    Merupakan bagian yang sangat penting pada rangkaian sistem pengapian. Platina yang berubah jarak celahnya menjadi lebih kecil akibat pengapuran akan membuat pengapian menjadi lebih dini demikian sebaliknya jika terlalu besar akan terlalu cepat. Celah platina yang benar adalah 0.45 mm.
  6. Penyetelan oktan selektor yang salah.
    Hal itu akan membuat saat pengapian tidak tepat. Untuk membuat tepat pengapian, perhatikan pada pemilih oktana ada 3 garis. Putarlah sampai garis tengah, baut pengancing distributor dikendorkan, mesin dihidupkan. Sambil memutar distributor, perhatikan timming flight yang menunjukkan derajat pengapian sesuai dengan pully crank shaft. (lihat spesifikasi pada Manual Book)
SUMBER TLISAN: http://www.oto.co.id/infootomotif/Tips_detail.asp?ContentID=OTO23070520011016-223600

DOWNLOAD BAHAN AJAR SAMPAI SEPTEMBER 2011