Selasa, 11 Mei 2010

LKS TINGKAT NASIONAL 2010

1.700 SISWA SMK IKUTI LOMBA KETERAMPILAN LKS 2010 DI JAKARTA






           Jakarta, 11/5/2010 (Kominfo-Newsroom) - Sebanyak 1.700 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari 33 provinsi di seluruh Indonesia akan mengikuti Lomba Keterampilan Siswa (LSK) SMK ke-18 pada 13-16 Mei di Arena Pekan Raya Jakarta (PRJ), Kemayoran, Jakarta.
Jakarta, 11/5/2010 (Kominfo-Newsroom) - A total of 1700 students of Vocational High School (SMK) from 33 provinces throughout Indonesia will follow the Student Skills Competition (LSK) to SMK-18 on May 13 to 16 at the Jakarta Fair Arena (PRJ), Kemayoran, Jakarta.

            Menurut Direktur Pembinaan SMK Kemendiknas RI, Joko Sutrisno, pada acara jumpa pers di Gedung Kemendiknas RI di Jakarta, Selasa (11/5), selain siswa peserta, ajang LKS juga akan dihadiri 1.500 guru pendamping, 20 juri, dan 10 orang panitia, sehingga jumlah semuanya mencapai 3.500 orang.
According to the Director of CMS Kemendiknas RI, Joko Sutrisno, at a press conference in the House Kemendiknas RI in Jakarta, Tuesday (11 / 5), in addition to student participants, the event will also be attended by 1500 LKS assistant teachers, 20 jurors, and the 10 person committee, so that the number of people it reaches 3500.

            “Selain itu akan hadir juga para undangan dan penggembira dari Bali yang akan mengirimkan tim pendamping lebih dari 12 orang, serta masyarakat pengunjung yang ingin menyaksikan secara langsung, apalagi secara bersamaan akan digelar pameran,” katanya.
            Menurut dia, LKS SMK akan melombakan 50 bidang lomba, sehingga diharapkan dapat mewakili bidang-bidang kompetensi yang diajarkan di SMK. Para peserta LKS SMK itu, katanya, merupakan para juara hasil seleksi di tingkat provinsi.

"In addition will also present the invitation and cheerleaders from Bali who will send a team of more than 12 people matching, and public visitors who want to see directly, let alone the exhibition will be held simultaneously," he said.
            
According to him, LKS SMK 50 field competitions will be competing, so that is expected to represent the fields of competence that is taught at vocational schools. LKS SMK participants, he said, is the result of selection for the champions at the provincial level.


           Menurut dia, tujuan LKS SMK itu, pertama, untuk meningkatkan citra SMK melalui unjuk kemampuan dan pengukuran puncak-puncak prestasi keterampilan siswa. Selain berkompetisi, katanya, para siswa juga berkeinginan mempertontonkan kompetensinya kepada kalangan industri.
            Tujuan kedua, katanya, juga merupakan sarana promosi kompetensi anak SMK, sehingga para orangtua dan pengguna tenaga siswa itu mengetahui persis apa yang bisa dilakukan siswa-siswa SMK.

According to him, LKS SMK goal was, first, to improve the image of CMS through performance measurement capabilities and skills of the tops of students' achievement. In addition to competing, he said, students are also anxious to demonstrate their competence to the industry.
            
The second objective, he said, is also a means of promotion of vocational competence of children, so parents and students that force users to know exactly what can be done vocational school students.


            Joko menambahkan, bagi siswa yang tampil sebagai juara, akan diikutsertakan dalam ajang kompetensi tingkat internasional, yaitu untuk tingkat ASEAN dan dunia. Sebelum dikirim ke kompetisi di luar negeri, katanya, mereka akan menjalani persiapan intensif selama dua bulan di Jakarta.
            “Kami juga mengundang anggota Komisi X DPR dan pejabat dari beberapa kementerian terkait, termasuk pimpinan panitia kejuaran kompetensi SMK tingkat ASEAN dan tingkat dunia,” katanya.

Joko added, for students who emerge as champion, will be included in the international arena level of competence, namely to the level of ASEAN and the world. Before being sent to overseas competition, he said, they will undergo intensive preparation for two months in Jakarta.
            
"We also invite members of Commission X of the House of Representatives and officials from several ministries, including the leadership of vocational competence committee Championship ASEAN level and world level," he said.


            Dikemukakan juga para pemenang akan memperoleh medali dan uang pembinaan siswa, modal kerja serta peralatan tangan, sedangkan juara umum LKS akan memperoleh Piala Bergilir Mendiknas RI. “Semua peraih medali tingkat  nasional LKS kami usulkan memperoleh beasiswa,” kata Joko Sutrisno.
            “Selain menggelar LKS, akan diadakan juga Pameran Karya Siswa SMK bersama 30 mitra industrinya. Primadona yang akan ditampilkan dalam pameran itu,   di antaranya adalah produk unggulan kendaraan roda empat atau mobil nasional, dan note book,” katanya. (T.Ad/ysoel)



Also presented the winners will get medals and money coaching students, working capital as well as hand tools, while the overall winner will receive the trophy LKS Mendiknas RI. "All national medalist LKS we propose obtaining a scholarship," said Joko Sutrisno.
            
"In addition to holding the worksheet, will be held also Exhibition of Students of SMK together 30 industrial partners. Prima Donna will be displayed in the exhibition, among which is the flagship product of the automobile or the national car, and note book, "he said. (T.Ad / ysoel)

SUMBER KOMINFONEW SELASA 11 Mei 2010: 

Minggu, 02 Mei 2010

MULTIMEDIA LEARNING

DALAM ANGKA HARDIKNAS 


BAB I
PENDAHULUAN


  1. Latar Belakang.

Pembelajaran dapat diartikan sebagai perubahan dalam kemampuan, sikap atau perilaku siswa yang relatif permanen sebagai akibat dari pengalaman atau pelatihan. Tugas seorang guru adalah membuat agar proses pembelajaran pada siswa berlangsung secara efektif. Proses pembelajaran perlu dirubah dari sekedar memahami konsep dan prinsip keilmuan, namun juga harus memiliki kemampuan untuk membuat sesuatu dengan menggunakan konsep dan prinsip keilmuan yang telah dikuasainya. Seperti dinyatakan dalam pilar-pilar pembelajaran dari UNESCO, selain terjadi learning to know (pembelajaran untuk tahu), juga harus terjadi learning to do (pembelajaran untuk berbuat) dan bahkan dituntut sampai pada learning to be (pembelajaran untuk membangun jati diri yang kokoh) serta learning to live together (pembelajaran untuk hidup bersama secara harmonis)
Sistem pembelajaran multimedia merupakan satu bentuk perubahan pola pikir tersebut diatas, yaitu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu siswa memahami teori secara mendalam melalui pengalaman belajar praktik empiric. Sistem pembelajaran ini dapat menjadi program pendidikan yang mendorong kompetensi, tanggung jawab dan partisipasi siswa. Sistem pembelajaran multimedia adalah salah satu bentuk proses pembelajaran yang demokratis, yaitu penghargaan terhadap kemampuan, menjunjung keadilan, menerapakn persamaan kesempatan dan memperhatikan karagaman peserta didik. Pendidik hendaknya dapat memposisikan peserta didik sebagai insan yang harus dihargai kemampuannya dan diberi kesempatan untuk mengembangkan potensinya. Oleh karena itu dalam proses pembelajaran perlu adanya suasana yang terbuka, akrab dan saling menghargai. Sebaiknya perlu dihindari suasana belajar yang kaku, penuh dengan ketegangan dan sarat dengan perintah dan instruksi yang membuat peserta didik menjadi pasif, tidak bergairah, cepat bosan dan mengalami kelelahan.
Mengutip Juknis tentang Metode Pembelajaran salah satunya adalah bahwa Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Disamping itu proses yang berjalan juga diharapkan mampu mendukung perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran dan pengawasan proses pembelajaran untuk terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Guru dituntut. untuk lebih kreatif dan efisien dengan memanfaatkan fasilitas yang ada, memaksimalkan keterpakaian sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan belajar mengajar.
Untuk meningkatkan mutu pendidikan diperlukan perubahan pola pikir, yang digunakan sebagai landasan pelaksanaan kurikulum. Pada masa lalu proses belajar mengajar terfokus pada guru dan kurang terfokus pada siswa, akibatnya kegiatan belajar mengajar lebih menekankan pada pengajaran dari pada pembelajaran. Proses pembelajaran yang kurang menarik akan membuat pelajaran tidak disenangi dan siswa cepat merasa bosan, akibatnya transfer pengetahuan kepada siswa tidak akan berjalan.
Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan pada dasarnya membekali siswa untuk trampil dan kompeten di bidang Pemeliharaan , Perawatan dan Perbaikan Kendaraan. Untuk mencapai kompetensi tersebut maka siswa harus dibekali dengan pengetahuan dan ketrampilan dasar yang sangat dibutuhkan dalam proses pemeliharaan dan perbaikan kendaraan
Pada kenyataanya di lapangan sering dijumpai siswa yang hampir lulus pada saat mengikuti Uji Kompensi Praktek masih ada yang belum trapil menggunakan dan membaca alat ukur mekanis standar.
Dalam tulisan ini penulis mengambil 2 contoh yaitu menggunakan Jangka Sorong (Vernier Caliper) dan Outside Micrometer. Masih banyak siswa yang tidak bisa menentukan nilai pengukuran menggunakan kedua alat tersebut. Maka dengan pengalaman seperti itu, kita mencoba menerapkan strategi pembelajaran yang sekiranya bisa lebih tepat dan efisien sehingga siswa dengan mudah memahami teorinya, melakukan langsung pengukuran dengan alat ukur, dan menentukan hasil pengukuran dengan skala yang sesuai dengan benda yang diukur.
Dalam kegiatan ini, proses belajar mengajar memerlukan dukungan peralatan yang cukup banyak yaitu yag harus ada: 1 Unit computer / laptop/ DVD Player ,Power Point, sound system secukupnya, LCD Procjector dan layarnya, Buku Pegangan siswa (Multimedia), Alat peraga (jangka sorong dan Micrometer) dan benda yang diukur. Untuk lebih cepat dalam melaksanakan pembelajaran ini satu kelas dibagi menjadi beberapa kelompok agar alat peraga mencukupi.
Syarat utama untuk menggunakan metode seperti ini adalah guru harus mahir dalam mengoperasikan computer, membuat presentasi, menggunakan alat ukur yang diajarkan dan menjalankan program animasi yang akan ditampilkan.


  1. Permasalahan
Dari uraian di atas maka penulis simpulakan 2 permasalahan yaitu:

  1. Bagaimana cara menyampaikan materi pelajaran yang interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif.

  2. Peralatan apa saja yang harus disediakan agar metode tersebut berjalan

  1. Tujuan

  1. Untuk menentukan cara yang tepat agar proses KBM berlangsung interaktif dan menyenangkan

  2. Menentukan peralatan utama dan peralatan pendukung yang dibutuhkan.
BAB II
PEMBAHASAN


  1. Dalam melaksanakan proses KBM ini penulis menentukan salah satu model pembelajaran CTL (Contextual Teaching and Learning) dimana model ini yang sekarang paling banyak dibicarakan dan dilaksanakan karena dukungan dan efisiensinya dianggap lebih pas. Ada beberapa karakteristik tentang model pembelajaran ini yaitu

  1. Kerjasama

  2. Saling menunjang

  3. Menyenangkan

  4. Tidak membosankan

  5. Belajar dengan bergairah

  6. Pembelajaran terintegrasi

  7. Menggunakan berbagai sumber

  8. Peserta didik aktif

Dalam kondisi seperti ini yang harus dilakukan oleh Guru adalah mengkondisikan dan mempersiapkan materi pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran, dan mengkaitkannya dengan realitas dan kebenaran (konstruktivisme). Karena pelajaran yang disampaiakan mengenai alat Ukur Mekanis untuk pengukuran komponen Kendaraan maka yang harus disipakan oleh guru adalah:

    1. Perangkat multimedia terdiri dari LCD Procjektor, Laptop dan Power Point, DVD tentang pelajaran alat ukur.

    2. Peralatan praktek alat ukur: Jangka Sorong, Micrometer, Baut, Mur, Poros.
Dalam hai ini Guru juga perlu memahami bahwa:

    1. Belajar adalah kegiatan aktif, yaitu peserta didik membangun sendiri pengetahuannya, mencari sendiri arti dari apa yang mereka pelajari dan bertanggung jawab terhadap hasil belajarnya. Siswa diberikan kebebasan dalam menggali sumber belajar dengan kemampuan yang dimiliknya sehingga akan terjadi proses pemahaman yang lebih baik mengenai apa yang sedang dipelajari. Dalam satu kelopmpok yang sudah ditentukan satu kelompok di berikan satu alat dan satu benda yang akan diukur.

    2. Belajar bukanlah suatu proses mengumpulkan sesuatu, tetapi merupakan suatu proses menemukan sesuatu melalui pengembangan pemikiran dengan cara membuat kerangka pengertian yang baru.

    3. Peserta didik mempunyai cara untuk mengerti sendiri, ini bisa dilakukan dengan memberikan teori sedemikian rupa sehingga setiap peserta didik mengerti kekhasan, keunggulan dan kelemahannya dalam menghadapi suatu apapun. Adapun cara yang akan diberikan oleh guru utamanya adalah dengan melibatkan siswa pada saat simulasi menggunakan alat ukur mekanis yang sudah dibagikan.

    4. Mengajar bukanlah memindahkan pengetahuan dari guru ke peserta didik, tetapi suatu kegiatan yang memungkinkan peserta didik membangun sendiri pengetahuannya. Dengan siswa memegang buku panduan, peralatan yang akan dipakai, menyaksikan tayangan video pebelajaran dan mengamati anaimasi cara menggunakan alat ukur, maka diharapkan kemampuan daya piker siswa lebih baik.

    5. Guru berperan sebagai mediator dan fasilitator untuk membantu proses belajar peserta didik agar berjalan baik Untuk proses ini guru tidak banyak ceramah, hanya menyampaikan pokok pomok pembelajaran, selanjutnya memberikan kebebasan kepada siswa untuk mencoba menggunakan dan melakukan pengukuran menggunakan Jangka Sorong dan Micrometer
Terkait dengan teori pembelajaran bahwa pada saat belajar maka:
10 % dari apa yang kita baca
20 % dari apa yang kita dengar
30 % dari apa yang kita lihat
50 % dari apa yang kita lihat dan dengar
70 % dari apa yang kita katakan
90 % dari apa yang kita katakan dan lakukan

Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal maka akan dipilih metode dengan mengkombinasi beberapa model dengan urutan Penayangan Video, Teori dengan power point dan Animasi, Simulasi praktek langsung terhadap benda yang akan diukur. Untuk itu diperlukan unsur:

    • keterlibatan penuh pembelajar,

    • adanya kerjasama murni,

    • adanya variasi dan keragaman dalam metode belajar,

    • adanya motivasi internal,

    • adanya kegembiraan dan kesenangan dalam belajar,

    • integrasi belejar yang lebih menyeluruh
BAB III
TINJAUAN DAN ULASAN

Pada model pembelajaran yang akan dilaksanakan ini maka harus memenuhi beberapa unsur yang harus terlaksana sehingga Guru sebagai Fasilitator dapat melibatkan seluruh siswa untuk aktif dan antusias mengikuti proses belajar ini, maka perlu diwujudkan unsure - unsur:

  1. Kerjasama
Sebelum guru menayangkan VIDEO maka siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan jumlah 6 siswa untuk masing - masing kelompok. Setiap satu kelompok memegang 2 unit jangka sorong dan 2 unit Micrometer. Bila alat ukur yang tersedia mencukupi 1 siswa 1 alat akan lebih baik lagi.

  1. Saling menunjang
Jangka sorong dengan micrometer adalah jenis alat ukur mekanis yang relative sama hanya dibedakan oleh ketelitian dari alat ukur itu untuk mengukur. Guru harus menjelaskan dasar-dasar penggunaan jangka sorong dan micrometer dan cara membaca skalanya.

  1. Menyenangkan
Pada kegiatan ini siswa ditayangkan VIDEO mengenai pemeliharaan alat ukur mekanis. Sumber Video yang digunakan adalah Rekaman Siaran Langsung dari TV Edukasi Pustekkom Depdiknas.

  1. Tidak membosankan
Agar tidak membosankan maka VIDEO tidak diputar penuh, tetapi diselingi beberapa diskusi kecil apabila materi yang disampaikan pada tayangan video dianggap penting dan Vital. Siswa dilibatkan dan diusahakan tetap aktif dengan respon yang dilemparkan oleh guru.

  1. Belajar dengan bergairah
Siswa sambil mengikuti tayangan Video juga langsung melihat dan memperhatikan alat yang dipakai untuk mengukur, yaitu jangka sorong dan micrometer.


  1. Pembelajaran terintegrasi
Guru dan Siswa terlibat langsung dalam proses pembelajaran ini, pada bagian – bagian tertentu guru memperagakan cara menggunakan jangka sorong dan micrometer sesuai fungsinya, semua peralatan dipakai saling mendukung yaitu Video, Power Point, Animasi, Simulasi dan Demonstrasi langsung oleh guru dan siswa.

  1. Menggunakan berbagai sumber
Sumber belajar yang digunakan adalah: Buku Pegangan siswa, Power Point, VIDEO, Alat Ukur, Benda yang diukur dan Akses Internet jika diperlukan.

  1. Peserta didik aktif
Seluruh siswa diberikan kesempatan untuk mempraktekkan langsung cara menggunakan alat ukur mekanis untuk mengukur komponen Kendaraan.
Agar pembelajaran ini berhasil dengan maksimal maka perlu adanya peralatan dan bahan pendukung yang diperlukan dan juga urutan logis sehingga semua siswa dapat belajar dengan antusias, menyenangkan, inspiratif, aktif dan menimbulkan motivasi belajar yang tinggi.

Urutan Proses Pembelajaran Multimedia dan Simulasi

  1. Guru menyiapkan Peralatan MULTIMEDIA: LCD, Laptop, Layar, Sound system, Akses Internet jika perlu

  2. Guru menyiapkan bahan bahan ajar seperti Diktat, Multimedia, Buku Paket, Power Point, File Animasi, Alat ukur yang akan dipakai: Jangka sorong, Mikrometer, Baut, Mur, Poros, Katup

  3. Guru membagi siswa menjadi beberapa yang masing-masingterdiri dari 6 siswa. Satu kelomponk dibekali minimal 2 alat ukur, 2 diktat (multimedia)

  4. Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dan menjelaskan kompetensi yang akan dicapai berdaasarkan Silabus dan RPP yag sudah dibuat.

  5. Guru memberikan pengantar materi tayangan Video menggunakan Power Point dan Animasi dan sekalaigus Tanya jwab dengan siswa.

  6. Guru menayangkan VIDEO dengan durasi tertentu. Selama penayangan, siswa memperhatikan tayangan, sewaktu-waktu tayangan bisa di PAUSE untuk memberi kesempatan bertanya kepada siswa yang belum paham mengenai tayangan yang belum dimengerti.

  7. Setelah akhir tayangan, siswa diarahkan untuk melakukan praktek pengukuran berbagai komponen Kendaraan sekaligus cara membaca skala dengan benar.

  8. Kemudian sesuai dengan kelompok, siswa diberikan materi diskusi tentang materi yang ditayangkan.

  9. Guru menunjuk beberapa siswa dari kelompok secara acak memperagakan cara menggunakan alat ukur yang benar

  10. Guru memberikan tes tertulis dan tes praktek tentang cara mengukur dan cara mebaca skala pegukuran.

  11. Guru memberi kesempatan masing masing siswa untuk bertanya tentang materi yang belum dimengerti.
Apabila setelah proses dilalui ternyata masih banyak siswa yang belum mengerti, maka penayangan VIDEO dan Demonstrasi bisa diulang lagi hanya beberapa bagian saja yang belum dimengerti. Evaluasi langsung dengan cara mengamati siswa dalam membaca alat ukur, ketelitian dan kecepatan , serta hasil ukur yang tepat. Apabila jumlah siswa terlalu banyak maka pengelompokkan diatur ulang dengan tujuan bagi siswa yang sudah mahir, maka siswa tersebut mengajar teman yang lain sambil berdiskusi.
Evaluasi tertulis juga diperlukan untuk mengukur keterserapan materi pelajaran yang diberikan dengan metode ini, jika niali rata-rata nya tinggi, maka bisa dikatakan proses pembelajaran dengan metode ini berhasil.

BAB IV
KESIMPULAN

Dengan melaksanakan model pembelajaran yang ditulis singkat tadi maka diambil kesimpulan bahwa:

  1. Untuk membuat proses belajar mengajar aktif kreatif dan menyenangkan maka perlu menggunakan berbagai sumber belajar, media, peraga dan melibatkan seluruh siswa.

  2. Diperlukan peralatan pendukung MULTIMEDIA dan peraga yang tepat agar proses belajar dapat efektif dan efisien.
Demikian yang bisa penulis simpulkan dari tulisan ini, semoga bermanfaat.

PENYUSUN
Daftar pustaka.

Model-model pembelajaran, Bahan TOT, Dikmenjur
Succesful Learning Comes from doing” (Wyatt $ Looper, 1999)
Budimansyah D. (2002). Model Pembelajaran dan Penilaian Berbasis Portofolio. Bandung : PT. Genesindo.
Nasution, S. (1982). Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar dan Mengajar. Jakarta : PT. Bina Aksara.
































Senin, 26 April 2010

Pengumuman Kelulusan UN SMKN 39 Jakarta Tahun 2010

Petunjuk Bagi Siswa Peserta UN-US Tahun 2010 :
  1. Siswa yang sudah dinyatakan BERHASIL / LULUS UN 2010 datang ke sekolah pada hari Selasa tanggal 27 April 2010 pada jam 09.00 untuk menyelesaikan administrasi NILAI dengan Wali Kelas masing-masing.
  2. Siswa yang BELUM BERHASIL / MENGULANG UJIAN hadir di Sekolah bersama orang tua  hari Rabu 28 April 2010 jam 09.00 ruang Serba Guna untuk persiapan Ujian Ulang.
Ketentuan Datang Ke Sekolah :
  1. Pakaian seragam (baju putih, celana abu-abu),
  2. Memakai sepatu,
  3. Mengikuti tata-tertib lainya seperti biasanya  
  4. Siswa yang tidak ada nomor ujiannya pada pengumuman ini dinyatakan BELUM BERHASIL / MENGULANG UJIAN, untuk yang mengulang ini lihat PETUNJUK Point 2 di atas. Penguman kelulusan dapat juga dilihat di http://uan.smkdki.net
 Instructions for Student Participants UN-US Year 2010:
   
1. Students who have declared WORKS / PASS UN in 2010 to come to school on Tuesday April 27, 2010 on 9:00 hours to complete the administration of Mayor VALUE with their respective classes.
   
2. Students who are NOT SUCCEED / School repeat the test comes in with his parents the day Wednesday, April 28th, 2010 at 09:00 Multipurpose space for Repeat Examination preparation.Provisions Coming Into School:
   
1. Uniforms (white shirt, gray pants),
   
2. Shoes,
   
3. Other rules to follow as usual
   
4. Students who do not have the exam number on this announcement stated NOT SUCCEED / repeat the test, to see a repeat of this GUIDE Point 2 above. Penguman graduation can also be seen in http://uan.smkdki.net

Kamis, 22 April 2010

Selasa, 20 April 2010

AUDIT MUTU EXTERNAL

Rabu 21 April 2010 rencananya akan dilaksanakan Audit Mutu External oleh SAI Global dalam rangka penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001 : 2008. Ini adalah audit 6 bulan periode pertama setelah diraihnya sertifikat ISO 9001:2008 pada Oktober 2009 yang lalu.

Selasa, 13 April 2010

KISI SOAL UJIAN MID dan UJIAN SEMESTER

Untuk siswa kelas 2 dan kelas 1 Teknik Kendaraan ringan silahkan download bahan ajar yang ada di LINK BAHAN AJAR yang disediakan. silahkan baca juga buku BASIC AUTOMOTIVE dan NEW STEP 1 sebagai buku wajib. Untuk materi MULOK sepeda motor silahkan download E-book Dikmenjur. atau di LINK BAHAN AJAR sama seperti materi lainya.

Minggu, 11 April 2010

Sistem transmisi



Sistem transmisi, dalam otomotif, adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan (putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbeda-beda untuk diteruskan ke penggerak akhir. Konversi ini mengubah kecepatan putar yang tinggi menjadi lebih rendah tetapi lebih bertenaga, atau sebaliknya.
Contoh transmisi 5-kecepatan pada rpm mesin 4.400

Gir nomor Rasio gir RPM pada
poros keluar transmisi
1 3.769 1.167
2 2.049 2.147
3 1.457 3.020
4 1.000 4.400
5 0.838 5.251
Torsi tertinggi suatu mesin umumnya terjadi pada sekitar pertengahan dari batas putaran mesin yang diijinkan, sedangkan kendaraan memerlukan torsi tertinggi pada saat mulai bergerak. Selain itu, kendaraan yang berjalan pada jalan yang mendaki memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan mobil yang berjalan pada jalan yang mendatar. Kendaraan yang berjalan dengan kecepatan rendah memerlukan torsi yang lebih tinggi dibandingkan kecepatan tinggi. Dengan kondisi operasi yang berbeda-beda tersebut maka diperlukan sistem transmisi agar kebutuhan tenaga dapat dipenuhi oleh mesin.  

http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_transmisi

Transmisi otomatis


Potongan transmisi otomatis

Gigi planetari pada transmisi otomatis.
Transmisi otomatis adalah transmisi yang melakukan perpindahan gigi percepatan secara otomatis. Untuk mengubah tingkat kecepatan pada sistem transmisi otomatis ini digunakan mekanisme gesek dan tekanan minyak transmisi otomatis. Pada transmisi otomatis roda gigi planetari berfungsi untuk mengubah tingkat kecepatan dan torsi seperti halnya pada roda gigi pada transmisi manual.
Kecendenderungan masyarakat untuk menggunakan transmisi otomatis semakin meningkat dalam beberapa tahun belakangan ini, khususnya untuk mobil-mobil mewah, bahkan type-type tertentu sudah seluruhnya menggunakan transmisi otomatis. Kenderungan yang sama terjadi juga pada sepeda .
Transmisi otomatik dikendalikan dengan hanya menggerakkan tuas percepatan ke posisi tertentu. Posisi tuas transmisi otomatik disusun mengikut format P-R-N-D-3-2-L, sama ada dari kiri ke kanan ataupun dari atas ke bawah. Mesin hanya bisa dihidupkan pada posisi P ataupun N saja.
Umumnya moda transmisi otomatik adalah seperti berikut:
  • P (Park) adalah posisi untuk kendaraan parkir, Transmisi terkunci pada posisi ini sehingga kendaraan tidak bisa didorong.
  • R (Reverse) adalah posisi untuk memundurkan kendaraan.
  • N (Neutral) adalah posisi gir netral, hubungan mesin dengan roda dalam keadaan bebas.
  • D (Drive) adalah posisi untuk berjalan maju pada kondisi normal.
  • 2/S (Second) adalah posisi untuk berjalan maju di medan pegunungan .
  • 1/L (Low) adalah posisi maju pada gir ke satu, hanya digunakan pada saat mengendarai pada medan yang sangat curam.
Sedangkan opsionalnya adalah :
  • 3 adalah posisi untuk berjalan maju dan transmisi tidak akan berpindah pada posisi top gear.
  • O/D (Over Drive) adalah posisi supaya perpindahan gir pada transmisi terjadi pada putaran mesin yang lebih tinggi.
  • SUMBER: http://id.wikipedia.org/wiki/Transmisi_otomatis

APA ITU TRIPTONIC ??

Bagaimana Apakah Kerja Transmisi Tiptronic? 
 Tujuan
   
1. Sebuah transmisi tiptronic adalah transmisi otomatis yang dapat dikendalikan seperti transmisi manual. Dalam standar transmisi otomatis, komputer akan memilih yang gigi mobil harus beroperasi, tapi transmisi tiptronic memberikan kendali ini untuk sopir. Nama "Tiptronic" diciptakan oleh Porsche, yang membuat transmisi seperti pertama, tetapi juga dapat mengacu pada sistem transmisi yang sama dari produsen lain.
      
Otomatis Dengan Rasakan Manual
   
2. Tujuan dari sistem transmisi tiptronic adalah untuk memberikan kontrol yang lebih pengemudi kinerja mobil dan perkiraan terasa seperti transmisi manual, sementara menjaga mobil semudah mengemudi sebagai otomatis. pembuat mobil telah berusaha untuk merancang sebuah transmisi manual yang dilakukan seperti otomatis, namun pendekatan tiptronic lebih berhasil.
      
Operasi
   
3. Dalam berkendara biasa, fungsi transmisi tiptronic seperti transmisi otomatis, dan dapat pindah gigi tanpa kendali pengemudi. Ketika pengemudi akan mengaktifkan sistem tiptronic, transmisi berhenti bergeser secara otomatis, dan bergantung pada sopir untuk mengubah gigi. Biasanya sopir kontrol roda gigi dengan dayung-shifter, yang pengungkit kecil yang terletak di roda kemudi. Satu shift mendayung gigi atas ke gigi yang lebih tinggi, sementara yang lain bergeser ke gigi yang lebih rendah.
      
Mengemudi Dengan Tiptronic
   
4. sistem transmisi Tiptronic juga sering fitur pengaturan khusus, seperti kinerja pengaturan di mana pergeseran transmisi otomatis gigi di RPM yang lebih tinggi untuk mensimulasikan perasaan mobil sport. Banyak produsen utama menggunakan transmisi tiptronic atau sistem lain yang serupa dalam beberapa model mereka, termasuk Chrysler dan Volkswagen.  
 (SUMBER: http://en.wikipedia.org/wiki/Automatic_transmission)

Selasa, 06 April 2010

REKAPITULASI PENGUNJUNG BLOG

Sejak Nopember 2009 blog ini sudah dikunjungi sekitar 6500, dan download pelajaran di download sebanyak 10.680 unduhan sampai dengan hari ini Selasa 6 April 2010. Since November 2009 this blog has been visited by around 6500, and download educational materials to download as many as 10,680 downloads today until Tuesday, April 6, 2010.

REMEDIAL KLAS XII

BAGI SISWA KELAS XII (KLAS 3) YANG NILAINYA MASING BELUM MEMENUHI BATAS LULUS, REMEDIAL AKAN DILAKSANAKAN SETELAH UJIAN SEKOLAH (US) MULAI SELASA 13 APRIL 2010. SILAHKAN HUBUNGI GURU MATA PELAJARAN MASING-MASING.
(STUDENTS FOR CLASS XII (class 3) whose value has NOT MEET DEADLINE PASS respectively, will be implemented remedial EXAM AFTER SCHOOL STARTS TUESDAY 13 APRIL 2010. PLEASE CONTACT YOUR TEACHER LESSON respectively.).